Showing posts with label mengundang rezeki. Show all posts
Showing posts with label mengundang rezeki. Show all posts

JIKA ISTRI INGIN KERJA


RENUNGAN_BUAT_PARA_ISTRI ( Bang, Aku Ingin Kerja )
istri : Abang, aku mau kerja!”
suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
istri : “Apa-apaan sih?”
suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”
suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
istri :“Apa, Bang?”
suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
istri :“Apa?”
suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
istri : “Tapi, Bang?!”
suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
istri : “Kalau tidak kaya?”
suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
istri : “Apa, Bang?
suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]

Meraih Keberkahan Gaji


Seseorang datang kepada Imam mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 2.000.000. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya, Imam justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 1.900.000. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 1.800.000. Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam dengan perasaan sangat heran.
Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 1.800.000 justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?
Imam menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 1.800.000. Dan kelebihan 200.000 itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.
Lalu Imam membacakan sebuah sya’ir:
جمع الحرام على الحلال ليكثره
دخل الحرام على الحلال فبعثره

Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.
Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.
___
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.
Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux. Uang banyak di bank tapi setiap hari cek-cok dengan istri. Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan jiran sekitar tidak ada yang baikan.
Kendaraan selalu bermasalah. Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah. Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia. Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.
Kening selalu berkerut. Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini. Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat. Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi. Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat
Semoga bermanfaat dan menjadi nasehat buat kita semua. Aamiin YRA.

INI SUNNAH RASUL YANG BENAR


LUANGKAN WAKTU SEJENAK UNTUK MEMBACA TENTANG SUNNAH_RASUL YANG HARUS KALIAN KETAHUI WAHAI SADARAKU.
Berhentilah Menyebut "Sunnah Rasul" Untuk Aktifitas ML Di Malam Jumat Sudah menjadi kebiasaan kalau hari kamis malam (atau malam Jumat), banyak tersebar kicauan atau status di social media yang isinya berkisar pada perkataan “Sunnah Rasul”.
Begitu juga dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata, istilah tersebut juga sering terdengar.
Menurut mereka, istilah “Sunnah Rasul” yang populer di malam Jum’at adalah penghalusan dari hubungan suami istri atau istilahnya ML dengan istri.
Bagi mereka yang muslim dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi karena ingin menutupi sesuatu yang dianggap vulgar /tabu baginya bila disampaikan dalam ruang publik.
Tapi akibatnya fatal, karena telah menyempitkan arti dari sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an menjadi hanya sebuah aktifitas seks belaka.
Sedangkan bagi mereka yang berhati fasiq dijangkiti penyakit islamophobia dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi hanya ingin mengolok-olok, karena baginya ajaran Islam identik dengan urusan sex atau selangkangan.
Sehingga tidak segan-segan menuduh dan melecehkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang katanya doyan kawin dan pedofilia.
Dari mana asalnya muncul istilah “Sunnah Rasul” yang di-identikkan dengan aktivitas ML?
Semuanya berawal dari hadits ini: “Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”
Dalam hadits yang lain ada disebutkan sama dengan membunuh 1000, ada juga yang menyebut 7000 Yahudi.
Sebenarnya bagaimana derajat hadits tersebut, apakah shahih, dhaif atau palsu?
Menurut banyak pendapat ulama, ahli hadits, hadits di atas tidak akan ditemukan dalam kitab manapun, baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih.
Kalimat tersebut tidak mempunyai sanad /bersambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah 
sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Yang akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadits “Sunnah Rasul” di atas adalah sama sekali Bukan Hadits, itu hadits PALSU yang telah dikarang oleh orang iseng, 
orang tidak jelas, dan tidak bertanggung-jawab yang mengatasnamakan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan kita tidak akan menemukan satu-pun hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berhubungan suami istri pada malam malam tertentu, termasuk malam Jum’at.
Kalau mau berhubungan badan dengan pasangan sah-mu, jangan meng khusus-kan hari-hari, kemudian lebih baik itu diniatkan sebagai ibadah sehingga diawali dan diakhiri dengan do’a.
Berhubungan badan dengan pasangan sah adalah merupakan ibadah seperti sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” 
Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?” 
Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” [HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah].

Di Indonesia sangat subur akan hadits-hadits palsu dan dhaif (lemah) yang beredar dan bermaksud untuk menyesatkan dan membodoh-bodohi umat.
Oleh karena itu berhati-hatilah, kawan! Mari BERHENTI mengatakan “Sunnah Rasul” sebagai pengganti dari istilah berhubungan suami istri alias ML.
Karena itu sama saja artinya anda menyempitkan arti kata mulia "Sunnah Rasul":
Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul dalam Islam mengacu kepada sikap, perilaku /tindakan, ucapan dan cara Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani hidupnya.
Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits.
Sedangkan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah. Keseharian & perilaku Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia.

Akhlak Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang yang harus diikuti dan diteladani.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu.” [QS Al Ahzab: 21].
Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu “kebebasan memilih”.
Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah KEWAJIBAN yang harus ditaati, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an: “Dan apa yang Rasul berikan untukmu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka jauhilah.” [Q.S. Al-Hasyr: 7].
Sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan Al-Qur’an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya.
Al-Qur’an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup, sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya; jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki.
Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an: “Siapa yang taat kepada Rasul, maka ia taat kepada Allah.” [Q.S. An-Nisaa': 80].
Lantas, apakah ada Sunnah Rasul yang ada keterkaitannya dengan aktivitas pada hari Jumat (atau malam Jum’at)? Ada.
Hadits di bawah ini shahih:
✔️ Memperbanyak membaca shalawat.
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al Baihaqi).
✔️ Membaca Al-Qur’an khususnya surat Al Kahfi.
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at.” (HR. Al Hakim).
✔️ Memperbanyak do’a.
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang
memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)

✔️ Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam Sholat Subuh.
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim).
Dan dianjurkan ketika di rakaat pertama sampai pada bacaan ayat ke 15, imam sujud diikuti oleh makmum.
Setelah sujud, imam berdiri kembali membaca ayat selanjutanya sampai selesai.
✔️ Shalat Jum’at,
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” (HR.Abu Daud dan Al Hakim).
Jadi, kalau bicara Sunnah Rasul di hari Jumat dan malam Jum’at, ya silakan kaitkan dengan LIMA aktivitas yang disebutkan di atas.
Jangan dikaitkan dengan nge-seks atau ML. Bagi pasutri, kalau mau ML bisa kapan saja, tidak ada hari istimewa...Dan tidak perlu dibesar2 kan.
Mari menjaga, memelihara dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama ini menjadi hukum syariat kedua setelah Al-Qur’an.
Semoga kita selalu menuju jalan yg Lurus & semoga ALLAH mengampuni dosa2 kita.
Yang Share Saya Sumpahin Kehidupannya Selalu Diberi Rahmat Oleh Allah SWT
Aamiin yaa robbal 'aalamiin......

Motivasi Bagi Sang PEMENANG Kehidupan


Seorang yang bijak sewaktu ditanya "Apakah yang Paling Membingungkan" di Dunia ini ?
Beliau menjawab : "Manusia",
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang".
Lalu dia "Mengorbankan Uang"nya demi Kesehatan".

Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya".
Sampai’ dia "Tidak Menikmati Masa Kini".
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini".

Dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati", lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup"....
Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.....
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.....

Ketika lahir dua tangan kita kosong.....
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa.
Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin dan hina..
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman..
Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita.....
Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita.
Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa...
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang ditemani oleh Tangis.....
Pergi juga ditemani oleh Tangis.....

Maka dari itu tetaplah bersyukur dalam segala keadaan apa pun....
Hiduplah disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI...
bukan dari bayang-bayang masa lalu maupun mencemaskan masa mendatang yang belum lagi tiba..

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas...
yang tetap manis di tempat yang sangat pahit....
yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar....
serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Mari kita songsong hari esok dgn perubahan yang berarti, Hijrah utk menjadi Pemenang, menjadi lebih baik utk kehidupan dunia dan terlebih AKHIRAT.
Semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan khusnul khotimah diakhir kehidupan.
Aamiin.

8 Jenis Rezeki Dari Allah SWT


Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.
Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi....
Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar...
Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.
Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya...
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam...
Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta,
Rezeki adalah seluruh rahmat Allah SWT
Adapun

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH SWT

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.
‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.
‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.
‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.
‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.
‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.
‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.
‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah
‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yg mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

YANG SHARE SAYA SUMPAHIN REZEKI MENGALIR TIADA HENTI

Perjuangan Seorang Ayah Mencari Rezeki


Masihkah Kamu Menuntut Semua Kemauan Untuk di Penuhi,
Pak, beliin motor matic model yang paling baru yaa...
Pak, Aku di beliin iPhone terbaru dong...
Pak, beliin rantai Emas yang tulen yaa...
tanpa memikirkan bahwa bapaknya bekerja keras menggadaikan nyawanya demi mencukupi kebutuhan keluarga tapi terkadang anak dan istrinya masih juga memarahinya,membentaknya,menuntut segala kemauannya dipenuhi,membencinya dan lain-lain.
Salah satu sifat dari seorang ayah adalah mereka tanpa mengeluh walau nyawa taruhannya demi memenuhi keinginan anak dan istrinya.
kadang dengan berat hati sang ayah berkata, "iya nak nanti bapak belikan Insya Allah,"
Apa perasaan anda setelah melihat foto di bawah ini??
masihkah kita mau memarahi bapak atau suami kita.??
atau kita merasa kasihan padanya??
dan tidak menuntut keinginan yang berlebihan lagi??
(Tiga hari yang lalu teman saya masih anggota keluarga saya juga meninggal dunia akibat terjatuh dari ketinggian -- +10 meter atau 3 tingkat di wilayah johor, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan semoga keluarga yang di tinggalkan tabah menghadapinya Insya Allah.)
Cukuplah kejadian di atas tadi sebagai Ibroh (bahan renungan) untuk kita semua kususnya anak dan istri senantiasalah menjaga rasa Syukur dan berterimakasih kepada ayah atau suami.
Renungkan hadits berikut,
Berusaha mensyukuri kebaikan suami dan tidak melupakan sama sekali.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِيْ عَنْهُ
“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa’i, shahih, Ash-Shohihah 289)

Semoga Allah senantiasa menjaga para ayah atau suami dan memberi kesehatan ,keselamatan,dan mendapatkan rezeki yang halal dan penuh berkah Aamiin Ya Rabbal'aalamiin.

Empat Kiat Selamat Dari Sifat Munafik


Bagaimana kita bisa selamat dari sifat munafik (kemunafikan)?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah (seorang fakih di abad ini) pernah diajukan pertanyaan tersebut, lalu inilah jawaban beliau.

Cara selamat dari sifat munafik adalah sebagai berikut.
1. Melatih diri agar terus bisa ikhlas pada Allah. Ini dilakukan sebelum lainnya.

2. Menjauhkan diri dari sifat munafik.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits mengenai sifat munafik, “Jika berjanji, maka ia ingkari. Jika berbicara, ia berdusta. Jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi. Jika diberi amanat, ia khianat.” Ini semua termasuk amalan kemunafikan. Siapa yang membiasakan sifat-sifat termasuk, maka ia bisa terjatuh pada kemunafikan yang besar. Wal’iyadzu billah (kepada Allah-lah kita berlindung)

3.Hati-hati akan godaan setan karena setan terus memerintahkan untuk lalai dalam ibadah. Setan membisikkan, tidaklah perlu untuk shalat, tidaklah perlu untuk beribadah. Setan juga membisikkan, jangan melakukan shalat sunnah, nanti terjangkiti riya’. Bisikan setan semacam ini wajib disingkirkan dan tidak perlu dipedulikan. Kalau tidak dipedulikan bisikan tersebut, maka tidak akan membahayakan kita. Walhamdulillah.

4. Setiap perkataan kita mestilah jujur, hendaklah kita menepati janji, menunaikan amanah, tidak berbuat zalim ketika berselisih.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin setelah itu berdo’a, Ya Allah selamatkan kami dari riya’ dalam hati kami. Selamatkanlah kami juga dari sifat kemunafikan dan semisal itu.

Share Jika Bermanfaat

TIGA ORANG YANG KECELIK YANG TIDAK AKAN MENEMUKAN KEMULIAAN, KEKAYAAN DAN KEMENANGAN


KECELIK
KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang _kecelik_.
_Kecelik_ adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.
1. KECELIK YG PERTAMA
_Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane ... iku kecelik_. 
"Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.

’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, _Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_ ... Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.
_Pelok_, isi buah mangga,... jika ditanam di tanah dalam-dalam, justru akan menumbuhkan pohon dan buah. ’’
Coba pelok iku delehen nduwur mejo. Yo sido garing,’’ tambahnya.

’’Makanya ada maqolah, _Kun ardlon fî qodaminnâs_ ... Jadilah kamu bumi bagi kaki-kaki manusia,’’ tuturnya. ’
"Bumi itu di bawah. _Yo diinjak-injak. Yo diidoni_ ...Tapi regane tambah suwi tambah larang. Padahal bumine ora lapo-lapo", ucapnya kembali disambut ger-geran jamaah.

Makanya jika ngelakoni apik, sebaiknya disembunyikan atau ditutupi. 
_Attawâdlu’u lâ tazîdu illâ rif’ah_ (Wong tawadlu' akan semakin mulia).
’’Orang yang berbuat baik dengan diketok-ketokno iku biasane gak eroh (tidak tahu) dalane berbuat apik. Utowo gak biasa ngelakoni apik,’’ jelasnya.

2. KECELIK YG KEDUA
_Orang yang ingin kaya dengan enggan bersedekah. Bayangane duwek akeh iku lek disimpen ... iku kecelik._
Duwek akeh iku lek disedekahno. _Asshodaqotu lâ tazîdu illâ katsrotan_.

Setiap malam malaikat turun mendoakan orang-orang yang sedekah, "Ya Allah, gantilah yang lebih banyak kepada orang-orang yang sedekah".
’’Saya kemarin di Kediri ketemu konco yang setiap tahun gurune diberi motor. Saya tanya kok iso ngono?’’ kata Kiai Saerozi.
Salah satu pengurus cerita, awalnya dia hanya memberi satu motor. Lha kok rezekine tambah akeh tambah akeh. Akhire motor yang diberikan terus bertambah. ’’Kemarin yang dibagikan sudah 11 motor,’’ bebernya.
Uang sesungguhnya adalah pembantu. ’’Kalau disedekahkan, uang itu hidup. Golekno pahala sing sedekah,’’ jelasnya. Misalnya uang itu dipakai mbayari guru ngaji. Maka orang yang sedekah dapat pahala ngajar ngaji tanpa susah payah ngajar ngaji.
Sebaliknya, kalau hanya disimpan, uang itu turu. 
"Sampean seneng endi duwe pembantu turu karo pembantu sing kerjo?’’ ucap Kiai Saerozi.

Orang yang medit (uangnya disimpan), sebenarnya loman. Sebab harta yang disimpannya, ketika meninggal, _seluruhnya akan dinikmati pewarisnya_, kata Kiai Saerozi.
Sebaliknya, orang yang suka sedekah, sebenarnya pelit. _Karena semua yang disedekahkan, kelak akan ia nikmati sendiri di akhirat._

3. KECELIK YG KETIGA
_Orang mengira bahwa jagoan adalah yang bisa mengalahkan semua musuh ... iku kecelik._
Sebab musuh sing dikalahno, duwe bolo, duwe konco, duwe keluarga. 
"Masio kalah, koncone, bolone, keluargane pasti balas dendam. Musuhe tambah akeh" , tuturnya.

Menang yang sejati, kata Kiai Saerozi, adalah dengan memaafkan.
_Al 'afwu lâ tazîdu illâ 'izzan_. (Memaafkan akan menambah kemenangan).
’’Musuh disepuro dadi bolo, dulur ora disepuro dadi musuh", tegasnya.
Misalnya musuhan dengan tetangga kanan rumah. Ora gelem nyepuro, maka lewat depan rumahnya pasti segan. Musuhan dengan tetangga kiri rumah. Ora mau nyepuro, lewat di depannya pasti juga segan. ’’Akhire ngiri buntu, nganan yo buntu. Padahal asline ora buntu. Sing mbuntu atine dewe,’’ jelasnya.

Kalau punya musuh, mau ngapain juga pasti susah. ’’Mau masuk musholla kok di dalamnya ada musuhe. Pasti tidak mau masuk. Ora dikipatno ngipat-ngipat dewe", ucapnya disambut ger-geran jamaah.
’’Mau naik angkot kok di dalam ada musuhe. Pasti ora sido naik,’’ tambahnya.
Makanya yang paling baik adalah memaafkan. 
"Jagoan sejati iku nyepuroan (pemaaf)"
_"Ngeluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake"._

Agar antar anak tidak ada permusuhan, orang tua diminta tidak mbedak-mbedakno, iki anak emas ... ini anak bukan emas.
_Tidak boleh membanding-bandingkan kelebihan anak di hadapan anak yang lain. Sebab kalau sudah tali silaturrahim putus, m
aka tali hubungan dengan Allah juga putus._ 
_"Kajio bendino (kasarane) kalau hubungan dengan sanak keluarga ora apik, percuma",_ tegasnya.


ANDA INGIN SUKSES?COBA 4 KEBIASAAN ORANG SUKSES INI


Tentu saja Kebiasaan Orang Sukses Setiap Hari akan berbeda, tergantung dengan profesi mereka masing-masing.
Pada intinya kegiatan penting yang sering dilakukan oleh orang sukses adalah untuk menjaga, memperkuat, dan mempertajam potensi yang kita miliki. Saya kata kita, karena kita juga memiliki potensi yang sama. Mungkin bedanya, kita kurang memperhatikan potensi itu.

Kebiasaan Pertama: Untuk Jiwa Mereka
Banyak orang sukses yang selalu menjaga jiwanya dalam keadaan yang positif. Orang-orang di luar sana melakukan berbagai hal sesuai dengan keyakinan mereka. Misalnya yang cukup banyak dilakukan adalah meditasi.
Namun, untuk kita sebagai umat Islam, kita sudah cara sendiri yang baik dan tentu benar untuk menjaga kondisi jiwa kita. Intinya adalah bagaimana agar jiwa kita tetap tenang dan memiliki keyakinan yang kuat.
Pada dasarnya semua ibadah-ibadah kita untuk ketenangan jiwa kita. Kuncinya lakukan semua ibadah wajib semampu kita, kemudian lakukan juga ibadah-ibadah sunah lainnya yang bisa menangkan jiwa.
Seharusnya, seorang Muslim yang taat sudah melakukan kebiasaan ini. Artinya seorang Muslim sudah memiliki kebiasaan sukses yang luar biasa. Kuncinya adalah ikhlas dan khusyu’. Bukan hanya sukses dunia yang kita dapatkan, juga sukses di akhirat. Aamiin, in syaa Allah.
Dzikir, do’a, puasa sunah, shalat dhuha, shadaqah, shalat malam, dan sebagainya jadikanlah kebiasaan kita sehari-hari. Termasuk memberi kepada sesama dan yang tidak boleh terlewat berbakti dan mendo’akan orang tua.

Kebiasaan Kedua: Untuk Tubuh
Tubuh adalah salah satu potensi yang Allah berikan kepada kita, untuk itu kita perlu menjaga dan menjadikan tubuh kita tetap bugar. Contoh dari Rasulullah SAW yang tetap bugar meski usia beliau sudah diatas setengah baya namun tetap mampu berperang dan bekerja keras saat membangun masjid.
Dengan kesehatan dan kebugaran tubuh, banyak hal yang bisa kita lakukan. Pekerjaan kita pun menjadi lebih optimal.
Bagaimana agar tubuh kita tetap sehat?
Ya, mungkin Anda sudah mengetahuinya. Kita bisa mencontoh pola hidup Rasulullah SAW mulai dari cara tidur, cara makan, termasuk berbagai ibadah sunah yang menyehatkan.
Olah raga tentu saja harus menjadi kebiasaan Anda jika Anda ingin menjadi orang sukses.
Saya pernah membaca dan mendengar tentang orang-orang sukses yang biasa kerja sampai larut malam setiap hari. Jika mereka tidak memiliki fisik yang prima, itu tidak akan bisa dilakukan dalam jangka panjang.
Jadi, bangun kebiasaan untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan prima. Mungkin sekedar jalan-jalan pagi sudah lebih baik daripada tidak.
Kebiasaan Ketiga: Untuk Pikiran
Ini yang sering salah kaprah. Banyak orang bilang jangan banyak belajar dan teori, katanya yang penting action. Padahal sejauh yang saya baca, orang-orang sukses adalah mereka yang selalu mengasah otak dan memperkaya pikiran mereka.
Banyak diantara CEO dan pengusaha yang memiliki perpustakaan pribadi yang besar. rata-rata mereka membaca 60 buku dalam 1 tahun. Sementara kebanyakan orang 1 buku pertahun pun tidak.
Bagaimana dengan Anda?
“Tapi, kebanyakan ilmu malah semakin bingung mau bertindak apa.”
Kalau Anda berkata seperti itu, ilmu Anda masih kurang. Anda masih belum memahami bagaimana memanfaat ilmu. Tidak semua ilmu harus langsung kita praktekan. Bukan seperti itu cara kerjanya.
Tetapi setiap yang Anda baca ditambah dengan pengalaman Anda, semakin hari akan semakin mengkristal dalam pikiran Anda menjadi sebuah mindset atau pola. Nah, semakin bagus mindset Anda akan semakin berkualitas tindakan dan pemikiran Anda.
Teruslah membaca dan belajar, semantara lakukan tindakan Anda saat ini seperti biasanya. Lambat laun, Anda akan menemukan ide-ide untuk meningkatkan apa yang Anda lakukan. Sehingga semakin berkualitas, semakin efektif, semakin tajam, dan akan memudahkan Anda meraih sukses.

Kebiasaan Keempat: Untuk Produktivitas
Sukses itu berkaitan dengan produktivitas. Jika produktivitas Anda tinggi, maka peluang Anda akan semakin besar. Bukan, bukan bagaimana Anda kerja keras dan sibuk. Tidak. Sibuk dan kerja keras tidak akan menjadikan Anda sukses jika tidak produktif.
Orang-orang sukses selalu memikirkan bagaimana agar apa yang mereka lakukan seproduktif mungkin. Setiap orang akan memiliki jurus masing-masing agar produktif.
-----
Kesimpulan
Anda tidak harus meniru persis apa yang dilakukan oleh orang sukses, apalagi jika tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Anda bisa membangun kebiasaan sukses sendiri, kuncinya mengikuti 4 hal yang sudah dijelaskan diatas.
- Bangun kebiasaan untuk jiwa Anda (ibadah)
- Bangun kebiasaan untuk tubuh Anda (pola makan dan olah raga)
- Bangun kebiasaan untuk pikiran Anda (belajar dan membaca)
- Bangun kebiasaan untuk produktivitas Anda (selalu memikirkan prioritas)
Demikianlah pembahasan Kebiasaan Orang Sukses Setiap Hari, semoga tidak lama lagi Anda menjadi orang sukses.
SEMOGA YANG SHARE DIBERI KESUKSESAN DAN KELANCARAN DALAM USAHANYA

10 SEBAB KEMATIAN HATI


Sebuah kisah yang akan membuka hati kita untuk bercermin apakah hati kita telah mati, semoga kisah ini menginspiratif.
Seorang ulama salafus sholih (generasi terdahulu umat Islam yang lurus dan baik agamanya) yang bernama Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah menceritakan, bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah. Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya:
يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ سورة غافر آية 60 ، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلا يَسْتَجِيبُ لَنَا
“Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’ (QS. Ghofir: 60) Sementara kami selalu berdoa kepada-Nya semenjak waktu yang lama, namun Dia tidak pernah mengabulkan doa kami.”
Maka Ibrahim bin Adham pun berkata:
يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاء
“Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara.”
أَوَّلُهَا : عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّه
1. “Pertama: Kalian mengenal Allah. Namun kalian tidak menunaikan hak-Nya”.
الثَّانِي : قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِه
2. “Kedua: Kalian membaca Kitabullah (Al-Quran Al-Karim). Namun kalian tidak mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.”
وَالثَّالِثُ : ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَه
3. “Ketiga: Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun kalian meninggalkan tuntunannya.”
وَالرَّابِعُ : ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ
4. “Keempat: Kalian mengatakan benci dan memusuhi syetan. Namun kalian justru selalu menyepakati dan mengikutinya.”
وَالْخَامِسُ : قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا
5. “Kelima: Kalian mengatakan, ‘kami cinta surga’. Namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.”
وَالسَّادِسُ : قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا
6. “Keenam: Kalian mengatakan, ‘kami takut masuk Neraka’. Namun kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.”
وَالسَّابِعُ : قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ
7. “Ketujuh: Kalian mengatakan, ‘sesungguhnya kematian pasti akan datang’. Namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.”
وَالثَّامِنُ : اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ
8. “Kedelapan: Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian. Namun lalai dari aib diri kalian sendiri.”
وَالتَّاسِعُ : أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا
9. “Kesembilan: Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian. Namun kalian tidak pernah mensyukurinya.”
وَالْعَاشِرُ : دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِم
10. “Kesepuluh: Kalian menguburkan orang mati diantara kalian. Namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.”
(Disebutkan oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahani dalam kitab Hilyatul Auliya’ VII/426 karya, Ibnu Abdil Barr dalam Jami Bayan Al-‘Ilmi wa Fadhlihi no. 1220, Asy-Syathiby dalam Al-I’tishom I/149 (Tahqiq Masyhur Hasan Alu Salman), dan selainnya).
Semoga Allah melindungi kita semua dari segala perkara yang dapat merusak dan mematikan hati kita. Aamiin.